"Yang rusak bukan hanya tiga ruang belajar. Perpustakaan dan laboratorium IPA juga kondisinya sudah tidak bisa digunakan"
Kabupaten Sukabumi, Jabar
polkrim-news.com || Kondisi bangunan SMPN 3 Cibitung Satu Atap (Satap), di Desa Banyuwangi, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera.
Sejumlah ruang belajar mengalami kerusakan sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.
Tiga ruang kelas saat ini berada dalam kondisi sangat rentan. Kondisi tersebut membuat proses belajar mengajar tidak dapat berlangsung secara normal.
Pihak sekolah terpaksa menyatukan kegiatan pembelajaran di ruangan yang masih memungkinkan digunakan.
Persoalan menjadi semakin serius ketika memasuki musim hujan. Sejumlah bagian atap bangunan mengalami kebocoran sehingga ruang kelas dikhawatirkan tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Plt. Kepala SMPN 3 Cibitung, Poniran, mengatakan kerusakan tidak hanya terjadi pada ruang kelas. Ruang perpustakaan dan laboratorium IPA juga mengalami kondisi serupa dan sudah cukup lama tidak dapat difungsikan.
"Yang rusak bukan hanya tiga ruang belajar. Perpustakaan dan laboratorium IPA juga kondisinya sudah tidak bisa digunakan," ujar Poniran Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, kondisi bangunan saat ini sudah membutuhkan penanganan serius. Bahkan untuk sekadar melakukan perbaikan ringan pun pihak sekolah menghadapi kendala karena kondisi bangunan dinilai terlalu berisiko untuk dinaiki pekerja.
"Kalau dipaksakan untuk dinaiki pekerja sangat riskan. Untuk perbaikan ringan saja sekarang tidak ada yang sanggup," katanya.
SMPN 3 Cibitung sendiri memiliki sekitar 90 siswa dengan delapan tenaga pengajar. Bangunan sekolah tersebut dibangun pada 2005 dan hingga kini sebagian bangunannya telah mengalami penurunan kondisi.
Pihak sekolah sebenarnya telah berupaya mengusulkan perbaikan. Pengajuan rehabilitasi telah dilakukan sejak 2022, kemudian pada 2025 sekolah kembali mengajukan revitalisasi. Namun, hingga saat ini perbaikan belum juga terealisasi.
Poniran berharap kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah, mengingat bangunan sekolah merupakan fasilitas utama yang menunjang kegiatan pendidikan.
"Kami berharap pengajuan revitalisasi ini bisa segera terealisasi. Kondisinya sudah cukup mengkhawatirkan dan menyangkut kenyamanan serta keselamatan siswa," pungkasnya.(im)

Posting Komentar