![]() |
| Bea Cukai Cirebon menggandeng Lapas Kelas I Cirebon menggelar Penyuluhan dan Pembinaan UMKM Warga Binaan, (9/9). |
CIREBON, Penyuluhan dan pembinaan UMKM terus dilakukan Bea Cukai Cirebon, salah satunya upaya memberdayakan potensi pengembangan produk warga binaan menuju pasar ekspor. Hal tersebut disampaikan Staf Pelaksana KPLI (Kepatuhan Internal dan Layanan Informasi) Bea Cukai Cirebon, Agus Priyanto bersama staf lainnya saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon, Rabu (9/9).
Menurutnya, Bea Cukai tidak ingin produk UMKM hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga mampu naik kelas dan berani menembus pasar mancanegara.
“Jadi kami ingin melihat langsung bentuk produksinya seperti apa. Tadi kami diajak berkeliling melihat lokasi kegiatan di dalam Lapas. Selanjutnya, kami akan mengumpulkan data potensi dan kendala dari masing-masing UMKM untuk kemudian bersama-sama mengembangkan potensi yang ada, termasuk menjembatani kegiatan yang sudah dilakukan oleh warga binaan di Lapas Cirebon ini,” ujar Agus.
Ia menambahkan, hasil kunjungan dan silaturahmi ini akan disampaikan kepada pimpinan, selanjutnya akan mengikuti arahan yang diberikan oleh pimpinan nanti seperti apa, itu yang kami laksanakan.
Agus menjelaskan bahwa Ia dan staf lainnya baru pertama kali berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan. "Ternyata di Lapas Cirebon ini keadaannya lebih tertib dan bersih, pembinaannya berjalan baik," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Cirebon, Syamsurijal, menyambut positif kunjungan tersebut. Ia mengatakan pembinaan kemandirian yang dilakukan Lapas bertujuan membekali warga binaan agar mampu berusaha dan produktif setelah kembali ke masyarakat.
“Pembinaan kemandirian dilaksanakan agar setelah bebas nanti warga binaan mampu berusaha secara mandiri. Mudah-mudahan keterampilan yang diperoleh di sini dapat disalurkan dan bermanfaat di tengah masyarakat,” kata Syamsurijal.
Ia berharap penjajakan kerja sama dengan Bea Cukai dapat berkelanjutan dan membuka peluang kerja maupun pemasaran bagi produk warga binaan.
“Harapannya, pihak yang datang dapat menjalin kerja sama dengan Lapas dan bersama-sama membina warga binaan melalui pekerjaan yang baik,” pungkasnya.
Kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk mempertemukan potensi pembinaan kemandirian di Lapas dengan dukungan Bea Cukai, khususnya dalam pengembangan UMKM dan peluang pemasaran produk ke tingkat yang lebih luas. (*/Ayu)

Posting Komentar