![]() |
| Jajaran Pengurus Pondok Pesantren Darussalam (8/4). |
Kabupaten Cirebon,
polkrim-news.com || Pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam yang berada di Blok Benggoi, Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menegaskan bahwa kegiatan galian yang tengah berlangsung merupakan bagian dari proses pengembangan pesantren.
Pengembangan tersebut dilakukan di lahan tanah yang lokasinya tidak jauh dari ponpes induk. Namun, karena kondisi lahan berbukit, pihak ponpes harus melakukan pengerukan menggunakan alat berat.
Hal itu disampaikan oleh Ade Abdurahman, salah seorang keluarga besar Ponpes Darussalam, kepada awak media pada Rabu (8/4/2026). Ia mengakui bahwa kegiatan tersebut sempat menuai tudingan sebagai galian ilegal dari sejumlah pihak.
“Tanah ini milik Ponpes Darussalam. Tidak ada istilah galian ilegal. Dan galian dilakukan untuk perluasan Ponpes Darussalam agar tanah bisa datar dan mudah dalam proses pembangunan. Kebetulan lahannya memang berbukit, jadi perlu dilakukan pengerukan,” jelas Ade.
Ia juga tidak menampik bahwa hasil galian tersebut diperjualbelikan. Namun, menurutnya, hasil penjualan sepenuhnya digunakan untuk membiayai pembangunan ponpes.
“Memang hasil galian itu dijual, tetapi hasilnya digunakan untuk kegiatan pembangunan ponpes. Karena sejauh ini belum ada bantuan dari pihak mana pun,” tegasnya.
Ade menambahkan, Ponpes Darussalam telah berdiri sejak tahun 2014 dan terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Hal inilah yang mendorong pihaknya untuk melakukan perluasan.
“Seiring berjalannya waktu, ponpes kami semakin berkembang. Kami berinisiatif melakukan pengembangan, dan kebetulan memiliki lahan meski kondisinya berbukit,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang tokoh pemuda Desa Kepuh, Teguh (37), menyatakan dukungannya terhadap pengembangan ponpes tersebut. Ia menilai keberadaan ponpes memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Saya mendukung penuh pembangunan dan pengembangan Ponpes Darussalam di Blok Benggoi. Dengan adanya ponpes ini, masyarakat akan lebih terarah dalam hal keagamaan, dan tentu berdampak pada peningkatan perekonomian warga sekitar,” pungkasnya. (*)

Posting Komentar