Kabupaten Cirebon,
polkrim-news.com || Gashuku dan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) atau penurunan kyu Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Cabang Kabupaten Cirebon digelar di lapangan dan GOR Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (14–15 Februari 2026) itu diikuti sekitar 400 karateka lebih dari 24 dojo se-Kabupaten Cirebon. Suasana kegiatan berlangsung meriah, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.
Acara tersebut turut dihadiri tim penguji INKAI serta sejumlah undangan.
Para peserta menjalani berbagai materi latihan, mulai dari teknik dasar, kata, hingga kumite, sebagai bagian dari proses pembinaan dan evaluasi kemampuan.
Ketua INKAI Cabang Kabupaten Cirebon, Basirun, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa kegiatan gashuku menjadi momentum penting untuk memantapkan teknik dasar serta menyamakan standar gerakan karate yang benar.
Menurut Basirun , melalui latihan bersama dalam gashuku, para karateka tidak hanya ditempa secara fisik, tetapi juga secara mental dan kedisiplinan. Hal itu menjadi fondasi utama dalam membentuk karateka yang berprestasi dan berkarakter.
“Melalui gashuku ini, para karateka bisa memantapkan teknik dasar, menyeragamkan gerakan, serta memperkuat mental bertanding. Ini penting agar mereka semakin matang secara teknik dan mampu meraih prestasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan yang diikuti 24 dojo se-Kabupaten Cirebon tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antar-karateka, pelatih, dan pengurus. Selain memperkuat teknik, gashuku juga menanamkan kesadaran akan nilai-nilai karate, seperti disiplin, hormat, dan tanggung jawab.
Lanjut Basirun menjelaskan, pemusatan kegiatan di wilayah Cirebon Timur bukan tanpa alasan. Selain untuk pemerataan pembinaan, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempromosikan serta mengembangkan potensi karateka di wilayah timur Kabupaten Cirebon.
“Kami sengaja memusatkan kegiatan di Cirebon Timur sebagai sarana pengembangan dan promosi. Harapannya, wilayah ini bisa melahirkan karateka-karateka berprestasi yang mampu bersaing di tingkat daerah, provinsi, bahkan nasional,” jelasnya.
Kegiatan gashuku bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan proses pembentukan karakter yang sesungguhnya. Dalam dunia karate, kenaikan tingkat bukan hanya soal warna sabuk, tetapi tentang kedewasaan sikap, kedisiplinan, serta tanggung jawab moral sebagai seorang karateka.
Dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai dojo, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga bela diri di Kabupaten Cirebon terus bergerak dan berkembang. Kebersamaan dalam satu arena latihan juga memperkuat persaudaraan antardojo, sehingga kompetisi yang lahir bukan sekadar persaingan, melainkan motivasi untuk saling meningkatkan kemampuan.
Pemusatan kegiatan di Cirebon Timur juga menjadi langkah strategis. Selama ini, pusat kegiatan olahraga sering terfokus di wilayah kota atau pusat kabupaten. Dengan menyasar wilayah timur, INKAI menunjukkan komitmen pemerataan pembinaan serta membuka ruang bagi potensi-potensi baru yang selama ini belum terangkat.
Jika kegiatan seperti ini terus konsisten digelar, bukan tidak mungkin Kabupaten Cirebon akan menjadi salah satu lumbung atlet karate berprestasi di tingkat regional maupun nasional. Kuncinya terletak pada kesinambungan pembinaan, disiplin latihan, serta dukungan semua pihak, mulai dari pengurus, pelatih, hingga orang tua karateka. (*Dul)

Posting Komentar