![]() |
| Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail. |
Bandung Barat
polkrim-news.com || Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail (Jeje Govinda) menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Bandung Barat tahun anggaran 2026.
Anggaran tersebut mengacu pada pelaksanaan RPJMD 2025-2029 dengan visi AMANAH (Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis) pada tahun kedua dirinya memimpin.
Jeje hadir bersama wakilnya, Asep Ismail serta sejumlah perangkat OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, di Gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat, Senin (17/11/2025).
"Rapat Paripurna terkait RAPBD 2026 tentunya sangat penting karena ini tahun ke dua dalam pelaksanaan RPJMD 2025-2029 dengan visi AMANAH,"kata Jeje seusai menghadiri kegiatan yang berlangsung hingga Senin (17/11/2025) malam.
Jeje menjelaskan, ada sejumlah poin yang menjadi catatan pihaknya, seperti upaya peningkatan pendapatan dan meningkatkan belanja di Bandung Barat. Salah satu caranya dengan mendukung dan mengembangkan ekonomi kreatif dan potensi wisata serta membenahi infrastruktur.
"Karena kita di sini potensi dunia kreatif sangat luar biasa, hanya saja belum ada akses untuk mereka, saya juga kebetulan orang kreatif tentunya ini menjadi salah satu cita-cita saya menjadikan Bandung Barat sebagai daerah yang bisa maju dari dunia kreatifnya,"ungkapnya.
Sementara untuk sektor pariwisata Jeje menjelaskan, Lembang menjadi salah satu andalan dan sudah terkenal. Namun, menurutnya, masih memerlukan perbaikan infrastruktur jalan serta mem-branding agar orang mengetahui bahwa Lembang berada di Bandung Barat.
"Wilayah Lembang mungkin sudah tahu Bandung Barat ikonnya di Lembang pariwisatanya. Namun kita juga perlu banyak perhatian karena orang tahunya Lembang itu bukan Bandung Barat dan itu perlu branding juga lalu kita juga akan meningkatkan akses menuju tempat wisata,"jelasnya.
Saat menyampaikan nota pengantar RAPBD 2026, Jeje membeberkan rancangan ini guna memastikan pembangunan di Bandung Barat berjalan berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
RAPBD 2026 tercatat sebesar Rp2,87 triliun, dengan rincian pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp1,04 triliun serta dana transfer mencapai Rp1,83 triliun.
"Keuangan kita masih bergantung pada dana transfer sebesar 63,64%. Sementara kontribusi PAD masih di angka 36,36%. Belanja daerah kita Rp2,90 Triliun. Dengan komponen, belanja operasi Rp2,15 triliun, belanja modal Rp211 miliar, belanja transfer Rp496 miliar, dan belanja tidak terduga, Rp 37,90 miliar," ujar Jeje saat menyampaikan nota pengantar RAPBD 2026.
Dari belanja daerah itu, ada defisit sebesar Rp25,96 Miliar. Rencananya defisit itu akan ditutup melalui pembiayaan daerah dan penyesuaian Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya.
Berdasarkan Surat Kementerian Keuangan Nomor S-62/PK/2025, ada potensi penurunan dana transfer hingga Rp360,32 miliar. Hal itu menuntut Pemda melakukan penyesuaian belanja daerah secara cermat dan penuh tanggung jawab. (K12)

Posting Komentar