Ternyata Ini Cita-Cita Pelajar SMK Yang Tewas Akibat Penganiayaan

Kakek Korban Penganiayaan H Akmaludin 

Ternyata Ini Cita-Cita Pelajar SMK Yang Tewas Akibat Penganiayaan

Kab. Sukabumi, Jawa Barat

polkrim-news.com || H Akmaludin kakek dari RRA (18) seorang pelajar SMK kelas XII, di Cibadak yang tewas akibat dianiaya sekelompok pelajar SMK yang menjadi rivalitasnya, menceritakan keinginan korban setelah lulus dari sekolah demi perbaikan ekonomi keluarga.

Sambil menahan rasa tangisnya,  Akmaludin menyampaikan, cerita haru dari cucu tercintanya tersebut, dirumah sederhana yang berada disebuah gang yang cukup sempit di Kampung Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (13/10/22).

"Cucu saya itu punya keinginan besar, untuk bisa bekerja diluar negeri, selepas lulus sekolah nanti," kata Akmal.

Masih kata Akmaludin mengungkapkan, karena keinginan dari cucu tercinta itulah akhirnya ibu korban yang bernama Hani Handayani, berangkat ke luar negeri untuk bekerja agar mampu mewujudkan cita-cita dari cucu tercintanya. 

"Sebetulnya, ibu korban sudah beberapa kali bekerja diluar negeri dan memutuskan tidak akan berangkat lagi, namun karena ingin membiayai cucu saya sekolah dengan terpaksa ibunya berangkat kerja ke Qatar," ungkapnya.

Akmaludin juga menceritakan, rasa sedih ibu korban Hani Handayani diluar negeri, pada saat mendengar bahwa anaknya telah meninggal karena dianiaya.

"Kebetulan pada saat kejadian ibunya RRA, sudah berada di Qatar untuk bekerja," jelasnya.

Dengan suara yang bergetar menahan rasa sedih, Akmaludin mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah, yang telah peduli dan empati terhadap kejadian yang menimpa cucu dan keluarganya. Apalagi dirinya mendengar bahwa para pelaku penganiaya cucunya telah berhasil ditangkap oleh Polres Sukabumi.

"Terimakasih kepada Kapolres Sukabumi yang telah menangkap para pelaku yang menganiaya cucu saya, semoga para pelaku didapat diproses hukum dengan se adil-adilnya," tutur Akmaludin.

Lebih lanjut Akmaludin berharap kejadian yang menimpa cucunya itu, tidak terjadi lagi di wilayah Kecamatan Cibadak, sehingga tidak ada lagi pelajar yang mati sia-sia, seperti apa yang dialami cucunya itu.

"Saya, kalau mengenang cucunya selalu ingin menangis, karena cucu saya sudah lama tinggal bersama saya, dikarenakan kedua orang tuanya berpisah," imbuhnya.

"Secara pribadi saya sudah ikhlas atas kejadian yang menimpa cucu saya, namun demikian hukum tetap harus ditegakkan kepada para pelaku," pungkasnya.(Ba)

0/Post a Comment/Comments

TOTAL VISITS :

POLKRIM | Portal Media Online Nasional

TABLOID NASIONAL POLKRIM

POLRI PRESISI

POLKRIM | Portal Media Online Nasional

STOP PUNGLI

POLKRIM | Portal Media Online Nasional
PUNGUTAN LIAR