Kab. Cirebon, Jawa Barat.
Kepala Sekolah SDN 1 Warujaya, Nurhayati, S.Pd., SD. (20/10).
Musim Hujan tiba, SDN 1 Warujaya Keluhkan Ruang Belajar yang Terpisah
polkrim-news.com || SDN 1 Warujaya yang terletak di Desa Warujaya, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon adalah salah satu sekolah yang tergolong bersih dan tertata. Terlihat dari ruang guru yang tertib dengan pengelolaan ruang yang sederhana akan tetapi nyaman dipandang.
Nurhayati, S.Pd., SD., Kepala Sekolah SDN 1 Warujaya yang telah menjabat 1 tahun itu terlihat bersemangat Dalam mengelola sekolah yang dipimpinnya.
"Alhamdulillah, susunan perangkat di SD ini lengkap. Kita memiliki 6 tenaga PNS, 2 tenaga P3K dan 3 honorer diantaranya: 1 tenaga operator, 1 tenaga pengajar kelas 1 dan 1 lagi penjaga sekolah," ujarnya kepada awak media di sela-sela kesibukannya sebagai Kepala Sekolah, Kamis (20/10/2022).
Lanjut Nurhayati, di desa Warujaya ada 2 SD Negeri. SDN 1 dan 2 Warujaya. Siswa itu terpecah. Ada yang di SDN 1 dan sebagian lagi di SDN 2.
Menurutnya, jumlah siswa di SDN 1 Warujaya ini dibilang cukup banyak. Karena tidak jauh dari sini ada SDN 2 Warujaya, yang mana siswa SD di desa Warujaya menjadi terbagi.
"Saya rasa jumlah murid di SDN 1 ini ideal. di SD ini ada 169 Siswa. Jumlah itu terbagi dengan SD sebelah," paparnya.
Masih kata Nurhayati, secara umum SDN 1 Warujaya dibilang bagus jika dilihat dari fisiknya. Namun jika mengetahui lebih dalam, beberapa atap bangunan SD sudah banyak yang lapuk. Sehingga jika hujan ada beberapa titik yang bocor.
"Bangunannya terlihat rapih sih, tapi sebenarnya atapnya sudah pada lapuk. Tuh lihat ada beberapa titik yang bocor jika turun hujan apalagi kalau hujannya lebat. Kita sampai khawatir ambruk.diruangan guru ini banyak file-file yang penting," jelasnya.
Kemudian, diakui dirinya sebagai Kepala sekolah kadang merasa bingung jika ingin mengembangkan bangunan fisik. Pasalnya SDN 1 ini memiliki keterbatasan lahan.
"Rumbel itu terpisah. Disini ruang kelas 4,5 dan 6 dan ruang guru serta perpustakaan sedangkan ditimur desa ruang kelas 1.2 dan 3. Jika musim hujan kita harus ekstra," ungkapnya.
Meskipun demikian, dirinya mengaku bersyukur. Karena hingga detik ini proses KBM tidak ada halangan atau gangguan.
"Saya sih berharap kepada pak Bupati melalui Kadisdik Kabupaten Cirebon.Mudah-mudahan DAK tahun depan kita bisa dapat alokasi pembangunan untuk atap. Karena bangunan ini sudah cukup lama belum pernah di renovasi kembali," tandasnya. (A85)

Posting Komentar