Sumber : Jurnalis Polkrim | Editor : Arief Yolando
KABUPATEN CIREBON, polkrim-news.com | Satlantas Polresta Cirebon Gelar Giat Gatur rutin di Pos One Way Jl. Dewi Sartika Sumber-Babakan, Selasa, (2/11/2021).
Kasatlantas polresta Cirebon Kompol Alan Haikel, S.K.M., S.I.K., M.I.K., melalui Wakasat Lantas AKP Fiekry. AP, S.I.Kom mengatakan, kegiatan ini rutin kami laksanakan yang berorientasi kepada pelanggaran kasat mata contohnya knalpot yang bising.
"Giat Gatur rutin kami laksanakan pada pagi, siang dan sore hari untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Cirebon yang pulang kerja, pulang sekolah atau pulang beraktivitas. Sasarannya kepada pelanggaran kasat mata yaitu pelanggaran yang tak terlihat oleh mata contohnya yang mengakibatkan kebisingan seperti banyak adanya pengguna R2 yang menggunakan knalpot bising atau bukan standarnya sehingga mengakibatkan mengganggu pengguna jalan yang lain," ujarnya kepada polkrim sore tadi.
Menurutnya, banyak sekali laporan dari masyarakat yang masuk melalui media sosial kita terkait banyaknya pelanggaran-pelanggaran. Apalagi sekarang sedang musim geng motor yang cukup meresahkan masyarakat dimana geng motor tersebut banyak didominasi oleh anak muda yang kendaraannya menggunakan knalpot bising atau tidak standar dari pabriknya.
"Kendaraan R2 yang menggunakan knalpot tidak standar menimbulkan ketidaknyamanan pengguna kendaraan lainnya bahkan bisa menimbulkan konflik karena ada yang merasa terganggu bahkan ada ketersinggungan yang bisa memicu keributan serta berdampak terganggunya Kamtibmas di wilayah hukum Polresta Cirebon," paparnya.
Lanjut Fiekry, yang dimaksud knalpot bising itu adalah knalpot yg bukan asli bawaan dari pabriknya. Jika ada R2 yang menggunakan knalpot yang dimaksud maka kita akan amankan sementara dan itu acuannya sama dari Korlantas baik dari Sabang sampai Marauke.
"Giat setiap harinya dilaksanakan dengan 5-7 anggota yang tersebar dari beberapa titik seperti di Pos One Way sini Jl. Dewi Sartika, Pasar Sumber, di Weru dan depan Polresta Cirebon. Terpantau masih banyaknya masyarakat yang kurang sadar akan keselamatan berkendara. Posisi rambu masih menyala kuning kan aturannya belum jalan, akan tetapi faktanya sudah pada tarik gas itu kan bahaya," jelasnya.
Posting Komentar